Teori Bangke

Masa SMA adalah salah satu fase dalam hidup gue yang punya banyak sekali kenangan, mau yang baik atau buruk, ada ups-and-downs, juga tentu saja kelakuan-kelakuan bangke yang kadang masih suka gue lakukan sampai saat ini (tertawa kencang). Ada beberapa hal yang nggak bisa gue ulangi, selain karena waktu yang terus berjalan maju (masa mundur?), semuanya udah berbeda sekarang. Kalau dulu selalu bertemu orang-orang itu selama 6 hari dalam seminggu, saat ini cuma bisa ketemu per 6 bulan atau malah 1 tahun.

Kembali ke masa SMA. Ada satu yang tersisa dari masa kegelapan tahun-tahun pertama masa SMA gue. Dan hal ini sebenarnya sangat bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari gue sekarang. Wujudnya bukan barang, tapi teori. Kedengaran serius, namun percayalah ini bukan teori pintar seperti yang dicetuskan para ahli seperti Nietzche, Harold Laswell, atau Rene Descartes (terima kasih kepada mata kuliah Agama, Pengantar Ilmu Politik, dan Pengantar Ilmu Komunikasi yang memperkenalkan gue kepada tiga orang ini).

Namanya teori bangke. Teori ini muncul dari obrolan gue dan seorang teman waktu SMA. Teman ini merupakan salah satu teman baik yang sudah gue kenal lama sejak SD. Dia sekarang kuliah di Singapura, dan untuk alasan keamanan gue nggak akan menyebutkan nama aslinya hahaha (if somehow she happens to read this post, "Hey! You know who you are."). Jadi gini, kalau cewek-cewek sudah berkumpul, satu hal yang tidak mungkin terlewat adalah sesi update cerita. Ceritanya macam-macam, dari ngomongin tugas, rekomendasi lagu atau film bagus, rencana jalan, sampai ngomongin orang. Yep. Muahaha. Gue bisa jamin lo bohong kalau nggak pernah ngomongin orang sama sekali. Ngomongin orang di sini biasanya nggak pernah terencana, pasti terselubung dalam cerita tentang orang-orang menyebalkan beserta sikap dan sifat mereka yang kami nilai "apa banget". Teori bangke berhubungan sama kelakuan ngomongin orang ini.

Bermula dari hasil pemikiran iseng karena kayaknya kok (dulu) sering banget ngetawain orang (sekarang juga masih sebenarnya, biarpun nggak sesering waktu itu... HAHAHA), yang berlanjut ke introspeksi berhubungan dengan kelakuan kami yang diam-diam semena-mena, muncullah kesimpulan seperti ini: kalau kita ngomongin orang, nggak berapa lama sifat atau sikap orang yang kita omongin itu akan kita lakuin sendiri. Jadi kayak senjata makan tuan, apa yang diomongin balik ke diri kita sendiri lagi. Dan bukan cuma teori, karena gue sendiri beberapa kali membuktikan (secara tidak langsung) kalau teori bangke itu benar adanya (tsah). Durasi berbaliknya bisa dalam hitungan hari, jam, bahkan menit. Tergantung gimana lo-nya, tiap orang kan beda-beda. Dan setiap ingat teori bangke gue langsung ngerasa, "Dassh!" Berasa kayak ditampar. Hahaha. Sisi positif dari teori ini adalah membuat gue sadar kalau ngomongin orang (baik yang disengaja ataupun tidak) pada dasarnya memang bukan perbuatan baik. Hal itu jelas banget kan. Satu lagi. Jadi berpengaruh baik karena nggak semuanya harus diomongin ke orang lain, kadang gue harus tahan bicara, supaya apa yang awalnya mau diomongin cukup gue yang tahu. Dan cara ini berhasil karena bisa mengurangi frekuensi kelakuan bangke gue masa-masa sekarang.

Akhir kata, semoga semuanya selalu berkembang menuju arah yang lebih baik, sehingga kami (gue dan teman gue) nggak perlu mencetuskan teori bangke untuk level selanjutnya di masa depan. Amin.

Comments

  1. Wah, gw baru tau ada teori ini. :))
    Tapi emang bener, sih. Ga cuma cewek, cowok pun kalo udah kongkow kerjaannya ceng-cengan! Ngecengin yang masih pada jomblo, padahal dia sendiri jomblo! Hahahahaha... Tapi gpp, lah mentertawakan kebodohan sendiri masih gratis, kan?! :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Komentar lo kayak curhat terselubung deh HAHAHAHA. Masih gratis kok kalo menertawakan kebodohan sendiri. Daripada ngomongin orang..... muahaha.

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Sebenernya bukan curhat terselubung. Tapi kenyataannya emang gitu. Maklum, perkumpulan pria mandiri emang isinya makhluk jomblo ngenes semua. :))

    ReplyDelete

Post a Comment

What are you thinking? Tell it to me!

Popular Posts