Virgo

Gue bukan termasuk golongan orang yang gila sama zodiak. Kalo baca ramalan bintang di majalah, gue nggak bisa langsung percaya 100%, seringnya itu gue cuma mengingat ramalan yang isinya bagus-bagus aja, sementara yang isinya buruk nggak gue perhatiin. Biarpun ada yang gue inget, hasil ramalan dari majalah itu juga nggak gue inget lama-lama. Intinya, zodiak nggak begitu punya pengaruh buat gue.

Kamis minggu lalu, di kelas Bahasa Jurnalistik, ada satu temen gue yang mendadak buka lapak astrologi. Namanya Tita :) sebelumnya di semester 1 dan 2 gue nggak pernah sekelas sama dia, tapi sejak diajak Namira untuk ikutan ngebantuin acara RENCANG bulan Oktober kemarin gue jadi kenal sama Tita (dia ketua panitia acaranya!). Dan di semester 3 ini gue ada 1 kelas yang barengan sama dia hahaha.

Kembali ke hari Kamis itu. Awalnya gue nggak terlalu ngeh sama sedikit kehebohan yang ada di barisan kedua, tepat di baris belakang deretan bangku tempat gue duduk. Gue tahu kalo yang lagi ngomong itu Tita, gue tahu itu suaranya, tapi gue nggak tahu topik apa yang lagi diobrolin. Pelan-pelan fokus gue mulai terbelah: kuping kanan - dengerin dosen ─ kuping kiri - dengerin omongan baris belakang. Sedikit demi sedikit gue cerna, ternyata mereka lagi ngobrolin zodiak.

Tita ngejelasin profil setiap zodiak yang ditanya dengan detail dan penuh keseriusan waktu ngomonginnya. Sikap seperti itu ternyata berhubungan dengan cita-citanya yang nggak kesampaian jadi psikolog karena nggak lolos tes masuk UI (makin bertambah daftar anak UMN yang gue kenal pernah tes masuk UI dan gagal).

Nah, waktu gue mulai dengerin penjelasan Tita, dia lagi ngobrolin soal zodiak Aries. Nggak mau ketinggalan, gue ikutan nanya kalo Virgo itu kayak gimana. Inilah jawaban dari Tita yang masih gue inget sampe sekarang beserta reaksi gue:

“Virgo itu the best zodiac di antara zodiak-zodiak lain (ini gara-gara Tita juga Virgo muahaha, jangan diseriusin). Virgo itu orangnya seneng pake pikiran terus, nggak bisa pake hati. Pokoknya pikiran banget.”

INI BENER BANGET. Pas sama gue. Gue itu orangnya suka mikir. Mulai dari yang penting sampe super nggak penting, semuanya gue pikirin. Biarpun mungkin keliatannya sering nggak pake hati, cukup banyak hal-hal yang gue lebih pilih untuk dirasain, pake hati, nggak cuma dengerin alasan-alasan rasional dari otak. Tapi memang, peran otak masih lebih dominan dibanding hati.

“Virgo bisa berteman baik dengan Cancer (dan 2 zodiak lain yang gue lupa).”

Yang ini gue cuma bisa bilang alhamdulillah. Gue kan sebetulnya nggak pernah merhatiin faktor kecocokan gue & temen-temen berdasarkan zodiak, jadi berteman ya berteman sama siapa aja. Begitu tahu ada fakta ini, kesannya jadi lucu karena Nessie (sesama pejuang Jurnalistik, gue selalu 1 kelas sama dia selama 5 hari di semester 3 ini, penggemar Kyuhyun) anak Cancer, berarti cocok :”)

“Kalo pasangan, cocoknya sama Pisces karena lo berdua orangnya bertolak belakang banget. Tapi hati-hati soalnya bisa jadi kalian sering berantem karena perbedaan ini.”

Soal ini gue nggak bisa komentar………… hahahaha. Pokoknya nggak bisa soalnya gue nggak ngerti mau komen apa. Satu-satunya cowok berzodiak Pisces yang gue kenal baik dan deket sama gue (sampai saat ini) adalah Aryo, adik gue sendiri. Maka dari itu, untuk bagian ini, gue senyam-senyum aja.

“O iya, Virgo sama Leo itu nggak bisa jadi pasangan. Paling banter jadi sahabat baik. Leo itu orangnya sensitif dan Virgo bakal sering nyakitin hati Leo. Ini udah terbukti soalnya gue sendiri beberapa kali ngalamin kejadian kayak gitu.”

Bagian terakhir ini lumayan bikin gue heeeem apa ya bahasanya…… lumayan ‘kena’. Unsur Leo itu muncul gara-gara gue duluan yang nanya sih haha, begitu dapet jawaban yang seperti itu dari Tita, gue langsung, “Wah. Oke. Mengerti.” Bagian “…Virgo bakal sering nyakitin hati Leo…” entah kenapa kata-katanya menggambarkan dengan sangat jelas bahwa apa yang gue lakuin ternyata bisa bikin orang lain sakit hati.

Selesai ngejawab pertanyaan gue tentang Virgo, Tita masih melayani pertanyaan-pertanyaan dari temen-temen sekelas yang lain. Selama sisa mata kuliah itu sampe beberapa lama setelah mata kuliahnya berakhir, gue jadi pendengar setia hahaha. Kadang juga ikut nanya, tapi pertanyaannya nggak penting juga sih, jadi ya udah :D

Yang mau gue bilang adalah sikap gue tetep sama tentang masalah zodiak ini, yang bagus gue dengerin, yang jelek gue cuekin. Biarpun nggak bisa bener-bener dicuekin karena ujung-ujungnya tetep sedikit gue pikirin, gue percaya kalo temen baik dan jodoh itu kualitasnya melebihi zodiak. Mungkin gue bakal diprotes abis-abisan sama mereka yang percaya-banget-banget-sama-zodiak gara-gara ngomong ini, tapi hei, yang penting kan gimana perasaan lo waktu berinteraksi sama mereka, lo nyaman atau nggak, bukan soal apa kata zodiak tentang kecocokan bintang lo & mereka.

Comments

  1. Tenang, Leo yang ini orangnya kuat dan tangguh, kok. Hahahahaha.... ;p

    ReplyDelete

Post a Comment

What are you thinking? Tell it to me!

Popular Posts