(Masih) Menunggu
Song playing on repeat: Paramore - Another Day.
Sebelumnya, gue nggak menyangka bahwa dari post yang ini akan berlanjut jadi 2 bagian sampe akhirnya gue memutuskan untuk nulis lagi di pagi-pagi buta begini. Blog post pertama setelah gue resmi berumur 19 tahun ini gue anggap sebagai Part 2 dari post bulan Mei seperti yang gue sebutkan di bagian awal post hari ini (mulai pusing gara-gara pengulangan kata 'ini' dan 'post' -_-). Kenapa Part 2? Karena topiknya ternyata masih sama....... Bahkan setelah 4 bulan berlalu, masih ada orang yang bermasalah sama hal tunggu-menunggu *baru juga 4 bulan, ada kali yang udah bertahun-tahun*.
Kalo lo baca post dari bulan Mei itu, akan kelihatan nada (sedikit) optimis dan pesimis dari tulisan gue. Pesimis karena gue menyarankan orang untuk apa lama-lama menunggu sesuatu yang nggak jelas dan pasti? Di sisi lain optimis karena ada hal baru yang bisa dikejar, who knows that new thing offer brighter future.
Tapi sekarang, gue bisa dengan yakin menulis hal yang berkebalikan dengan apa yang gue tulis beberapa bulan lalu itu. Gue sebenernya juga bingung kenapa pikiran gue bisa main-main kayak gini, tapi mungkin sebabnya dari kejadian-kejadian yang udah gue lewati sepanjang bulan Mei-September.
Menurut gue.... Mungkin nggak ada salahnya kalo pilihan lo tetap menunggu sesuatu, seseorang, atau apapun itu. Biarpun bahkan sampai detik ini status yang ditunggu masih abstrak, dengan bekal keyakinan dan kepercayaan, lo punya segala hak untuk ngelakuin hal itu (menunggu). Seperti yang pernah gue singgung di twitter, menunggu punya hubungan erat dengan ketidakpastian. Sebab dari ketidakpastian sendiri ada banyak, dimana 3 hal paling utamanya sempet gue tulis di post ini.
Emang nggak bisa bohong, kalo hampir tiap hari dalam hidup kita selalu dipenuhi ketidakpastian. Jadi ya, bukan cuma masalah tunggu-tungguan aja hehe. Terus, bukannya kita juga selalu menunggu 'sesuatu' untuk datang? Mulai dari hal paling simpel, misal menunggu kelas jam berikutnya, nungguin makanan pesanan atau waktu mengantri di bank.
Intinya di sini, cuma mau bilang kalau misalnya lo memutuskan untuk menunggu, selamat berharap dan bersabar. Don't rush on things. Terus kalau lo ternyata memutuskan untuk berhenti, good luck untuk penantian berikutnya. :)
Intinya di sini, cuma mau bilang kalau misalnya lo memutuskan untuk menunggu, selamat berharap dan bersabar. Don't rush on things. Terus kalau lo ternyata memutuskan untuk berhenti, good luck untuk penantian berikutnya. :)

Comments
Post a Comment
What are you thinking? Tell it to me!