The Only Way is Up!


Kota London punya sejuta magnet. Selain elemen musik dan sepak bola, kota ini juga punya beragam tempat dan ikon yang menjadi tujuan utama turis. Sebagai salah satu metropolis dunia, kota ini dihuni tidak hanya oleh penduduk asli Inggris, namun juga imigran yang punya latar belakang bervariasi.

Kota berkode nomor telepon internasional +44 ini juga memiliki banyak ikon wisata. Salah satu lokasi yang kerap menjadi lokasi mandatory untuk berfoto ialah Big Ben! Menara jam yang terletak di bagian ujung utara Istana Westminster ini posisinya berdekatan dengan ikon wisata lainnya, yaitu Trafalgar Square (di tempat ini tengah berlangsung festival budaya dan tradisi Indonesia), Istana Buckingham, dan Westminster Abbey. Ketiga bangunan yang saya sebutkan sebelumnya memiliki sejarah panjang dan bangunannya masih kokoh berdiri hingga hari ini. Merasakan atmosfer di sekitar dan di dalam bangunan-bangunan tersebut merupakan salah satu alasan mengapa saya harus pergi ke Inggris. Menarik untuk melihat bagaimana wujud bangunan tersebut dengan indra penglihatan saya sendiri, juga memerhatikan perilaku turis yang mengunjungi tempat-tempat tersebut.

Sistem moda transportasi yang baik adalah alasan lain yang membuat saya harus pergi ke negeri Ratu Elizabeth II! Sebagai pengguna setia transportasi umum, saya ingin sekali merasakan naik kereta bawah tanah London yang disebut “tube”. Saya sebenarnya paling takut kesasar, cuma dengan kemampuan membaca peta yang (ehm) cukup oke, semoga saya nantinya nggak sampai kesasar ketika naik tube! Membayangkan sensasi menunggu di peron yang padat, pembicaraan penumpang-penumpangnya di dalam tube, serta rute-rute yang melintasi 270 stasiun, malah bikin saya tambah semangat. Tidak hanya itu, saya juga ingin mencoba naik bus bertingkat alias double decker! Kota Jakarta sudah punya bus jenis ini, namun saya tetap ingin mencoba naik bus dari negara asalnya dahulu :D

Khususnya untuk urusan moda transportasi, sebenarnya saya juga ingin merasakan naik kereta dan atau bis lintas negara ketika Euro Trip, tapi bagian ini disimpan untuk lain waktu!

Saya juga ingin mencoba naik London Eye! Wahana serupa bianglala di Indonesia yang terdiri atas kapsul-kapsul ukuran besar ini sungguh menggoda untuk ditumpangi. Lagi-lagi, saya sebenarnya takut ketinggian haha. Tapi demi London Eye, ketakutan itu akan saya taklukkan! Kenapa? Karena dengan hanya naik ini saya bisa memantau kondisi kota London hingga sejauh 40 kilometer! Ditambah waktu berputarnya yang masing-masing 30 menit, saya akan puas menikmati pemandangan London dari atas. Saat mengetik ini saya bahkan sudah memikirkan lagu yang pas untuk diputar saat ada di dalam London Eye: Gorillaz – "On Melancholy Hill".

Dua tempat terakhir yang masuk dalam daftar “Harus-Saya-Kunjungi” ketika ke London ialah Portobello Market dan Platform 9 ¾! Dua-duanya merupakan bagian dari setting film yang nggak-akan-bosan-saya-tonton-berulang-kali: “Notting Hill” dan “Harry Potter”. The first choice may sound cheesy, but I just have to go there!

Dan, seperti yang saya sebutkan di awal, London sungguh punya sejuta magnet. Saya ingin melihat sekuat apa magnet tersebut hingga saya mampu meninggalkan jejak di sana. 


Terbang ke London dengan bahan bakar kecepatan bus ini dan Veetos!

Comments

Post a Comment

What are you thinking? Tell it to me!

Popular Posts